Selasa, 15 April 2008

Segmentasi

SEGMENTASI PASAR – Pemasaran Massal vs Pemasaran Mikro

Oleh :
Leonid Julivan Rumambi (
http://scylics.multiply.com) - MARKETING MADNESS University

Pernahkah anda mendengar istilah SEGMENTASI (segmentation) dalam perkuliahan pemasaran / suatu rapat dalam perusahaan anda ? Sebagian yang sudah mengikuti mata kuliah manajemen pemasaran pasti sudah mengetahui dan mengerti mendalam tentang ini, namun sebagian yang lain mungkin belum.

Kotler et al (2004 : 316) mengelompokkan tingkatan segmentasi pasar sebagai pemasaran massal (mass marketing) dan pemasaran mikro (micro marketing). Pemasaran massal adalah upaya yang dilakukan perusahaan saat hanya memproduksi satu jenis produk (barang / jasa), sehingga semua konsumen diperlakukan sama untuk mendapatkan produk tersebut.

Maksud pernyataan bahwa konsumen diperlakukan sama adalah bahwa hanya ada satu produk untuk semua orang. Contoh riil yang dikemukakan Kotler ini adalah pada saat perusahaan mobil Ford dari Amerika Serikat memproduksi Ford Model T, saat COCA COLA menjual minumannya secara massal dengan botol ukuran 185 ml, dll.

MASS MARKETING (pemasaran massal)
Bagaimana dengan pemasaran massal di Indonesia? Nah, kegiatan pemasaran disebut sebagai pemasaran massal pada saat kaum ibu membeli produk vetsin AJINOMOTO, kita membeli teh botol SOSRO (saat SOSRO belum memiliki ESTEE, TEBS dan FRUIT TEA), kita membeli pasta gigi PEPSODENT (saat PEPSODENT waktu itu hanya ada yang kotaknya warna merah putih saja), dll. Fokus yang kita lihat adalah perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk untuk semua konsumen tanpa dikelompok-kelompokkan dalam karakteristik tertentu.

Dalam contoh kasus mancanegara tentang Segmentasi, PEPSI COLA disebut-sebut sebagai rival COKE yang sukses perlahan merebut pasar dalam minuman karbonasi di Amerika. Padahal kalau kita tahu sejarahnya, PEPSI adalah perusahaan yang telah dinyatakan dua kali bangkrut dalam persaingannya bersama COCA COLA, namun sejak tahun 1980 an PEPSI menjadi sangat diperhitungkan oleh COKE saat mereka berhadapan dalam COLA WARS.

PEPSI & COKE adalah dua besar penguasa pasar minuman jenis ini dan penguasaan pasarnya hampir seimbang. PEPSI disebut-sebut oleh banyak kalangan sebagai pemain yang lebih pintar karena secara terang-terangan menyebutkan bahwa minumannya diperuntukkan bagi anak-anak muda, THE PEPSI GENERATION. Segmentasi PEPSI adalah produk untuk anak-anak muda ini. Apakah berarti orang yang lebih tua tidak boleh minum?

Bukan, tetapi yang diharapkan PEPSI adalah sebagian besar konsumen produknya adalah anak-anak muda sebagai konsumen utama (primary customer), sedangkan konsumen lainnya (secondary customer) bisa para penikmat PEPSI dari berbagai usia dan kalangan. PEPSI disebut memiliki segmentasi yang tajam karena fokusnya ini, dan otomatis langkah ini berguna untuk melakukan ‘blocking’ atas semua upaya COKE untuk menambah konsumen baru dari golongan muda.

Semua atribut promosi PEPSI yang digunakannya disesuaikan dengan apa yang disukai oleh orang muda. Mulai dari bintang-bintang iklan yang adalah penyanyi, bintang film, olahragawan dan figur publik lain yang populer. Puncak perseteruan COKE vs PEPSI ini adalah pada saat PEPSI menggaet Britney Spears dan COKE melakukan serangan balik dengan Crystina Aguilera. Di Asia, PEPSI berusaha tampil dengan menggandeng F4 (Group musik asal Taiwan yang terkenal karena film ‘Meteor Garden’ dan lagu-lagunya) yang sempat menjadi tren di kalangan anak muda khususnya golongan cewek.

Pemasaran Mikro merupakan bentuk yang berbeda dari pemasaran massal. Kalau pemasaran massal fokusnya adalah pada produksi yang seragam tanpa membedakan konsumen, maka pemasaran mikro justru memproduksi produknya / menawarkan layanannya pada kelompok-kelompok konsumen.

Saat konsumen sudah menjadi dunia yang semakin kompleks dan memiliki permintaan yang tidak bisa lagi dijawab oleh satu jenis produk, maka pemasaran mikro adalah kuncinya. Kotler et al (2004 : 316) sekali lagi mengatakan dalam bukunya bahwa ada 4 tingkatan pemasaran mikro, yaitu segmen, ceruk (niche), wilayah lokal dan individu.

PEMASARAN MIKRO – Segmen (segmented market)
Pemasaran segmen adalah yang paling umum kita temui saat ini. Pemasaran ini dapat menciptakan penawaran / layanan yang sesuai dengan kebutuhan / keinginan konsumen dengan harga yang tepat bagi segmen sasaran. Manfaat lainnya dari penggunaan pemasaran segmen ini adalah pemilihan saluran distribusi (distribution channel) dan komunikasi yang lebih jelas serta mengerti lebih dalam tentang siapa saja pesaing yang juga bermain pada segmen yang sama.

Salah satu pemain yang piawai menggunakan pemasaran ini adalah Unilever. Di Indonesia misalnya, Unilever memiliki 4 merek Shampoo untuk 4 segmen konsumen yang berbeda. Ada Sunsilk untuk mereka (khususnya perempuan) yang memiliki rambut hitam panjang dengan masing-masing manfaat yang ditawarkannya, ada Clear untuk kaum muda (pria & wanita) dengan manfaat utama anti ketombe, ada Lifebuoy yang dulunya adalah merek sabun tapi dikembangkan menjadi shampoo untuk keluarga yang ingin memiliki rambut sehat, harum dan bebas kuman, serta Dove untuk mengatasi rambut masa kini dengan segala masalahnya (khususnya rambut rusak, rambut yang menggunakan hair coloring, dll). Di negara lain kalau anda mengetahui merek LUX, ternyata juga ada shampoo dari Unilever yang menggunakan merek ini.

Kalau pemasaran massal memproduksi hanya satu jenis shampoo untuk siapa saja, namun ada konsumen tertentu yang merasa bahwa shampoo ini tidak menjawab kebutuhan mereka dalam hal tertentu. Dalam hal ini 4 segmen pengguna shampoo dari Unilever adalah contoh dunia konsumen dengan kebutuhan, keinginan serta problematika masing-masing dalam hal merawat rambut.

Contoh yang sama juga dapat kita terapkan pada bagaimana Unilever membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux), Lifebuoy (keluarga) dan Dove (kecantikan sejati / real beauty karena cantik itu tidak mengenal usia, ras dan batasan yang lain), atau bagaimana SOSRO membagi konsumennya berdasarkan jenis produk teh botol SOSRO (umum), estee (menyukai volume / isi lebih banyak) dan fruit tea (anak muda / khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa manis).

PEMASARAN MIKRO – Ceruk (niche market)
Pemasaran ceruk adalah satu hal yang berbeda. Dalam segmentasi, pemasaran ceruk ini dilakukan dengan memilih satu kelompok konsumen yang bukan merupakan target / sasaran terbesar (dalam hal ‘market share’). Ceruk yang dimaksudkan adalah satu kelompok kecil / eksklusif dari ukuran pasar yang ada, jumlahnya sedikit dan terbatas namun bukan berarti daya belinya rendah. Dalam pemasaran produk yang premium, micro marketing yang digunakannya juga adalah ceruk pasar (niche market).

Contoh untuk pemasaran mikro jenis ini adalah Pocari Sweat yang merupakan minuman isotonik. Pasar untuk produk jenis ini memang kecil namun menjelang beberapa tahun terakhir ini mengalami pertumbuhan pasar di atas 50 %, tidak heran apabila awalnya hanya diisi oleh Pocari sendirian dan diikuti oleh beberapa pemain baru dari group Navika / Sinar Mas, Coca Cola (powerade), danone-aqua (mizone), mayora (vitazone), dll.

Untuk produk minuman yang mayoritas dikuasai oleh Teh (sosro) dan AMDK (aqua), pasar produk minuman isotononik ini sebenarnya masih sangat kecil, karena pasar minuman isotonik disebut sebagai niche market. Contoh lainnya adalah pasar produk mobil premium (BMW, MERCEDEZ, dll), dimana pembelinya adalah kaum berduit tebal yang jumlahnya adalah minoritas dari total pembeli mobil secara umum. Jumlahnya kecil tapi daya belinya besar.

Perusahaan yang cerdas dan dapat melihat celah bisa jadi mereka bermain di dua pasar yang berbeda. Sebutlah itu Toyota yang disebut-sebut sebagai kendaraan yang populer di kalangan menengah ke atas, mereka meluncurkan merek Lexus yang dikenal sebagai produk kendaraan berteknologi tinggi kelas atas untuk menandingi merek-merek mobil mewah dengan segala kualitas dan penawarannya. Mereka ternyata cukup berhasil bermain di dua pasar seperti ini. Contoh lain lagi adalah Nokia yang juga memiliki Vertu untuk merek handphone kelas atas.

Mengapa bermain di dua tingkatan pasar yang berbeda? Karena Toyota saat menjual mobil mewah dengan merek Toyota tentu belum dapat dipercaya oleh calon konsumennya karena merek ini bermain di kelas bukan premium. Demikian juga Nokia yang mereknya ada yang murah (di bawah 750 ribu) sampai mendekati 10 jutaan pun ada (sekelas communicator), apabila mereka mau menjual dengan harga yang 15 juta, 30 juta dst maka dibutuhkan merek lain yang khusus menampilkan sisi eksklusive dan premium dari sebuah produk yang berkelas, itulah Vertu.

PEMASARAN MIKRO – wilayah lokal (local market)
Untuk jenis ini umumnya merupakan pemasaran yang didasarkan pada satu wilayah (disebut area lokal), dimana perusahaan cenderung tidak melakukan ekspansi di luar wilayah tersebut. Produk-produknya otomatis sangat bernafaskan daerah dan hanya bisa ditemui di daerah tersebut, kebanyakan contohnya adalah produk-produk makanan daerah atau produk kesenian / wisata.

Contoh untuk pemasaran jenis ini apabila makanan adalah Bakmi GM (gajah mada) – Jakarta, sate Lisidu – Surabaya, Kampung Daun – Bandung, dll. Sedangkan untuk produk wisata / kesenian adalah merchandise Joger (Bali) dan Dagadu (Jogja), serta kain ulos, kebaya, batik tulis (jogja), dll.

Contoh lainnya adalah lokasi geografis sebagai obyek pariwisata, investasi, dll, ini juga disebut sebagai pemasaran mikro. Yaitu bagaimana sebuah lokasi dapat ditawarkan / dijual kepada pihak lain yang tertarik untuk menggali potensi daerah tersebut, sebagai contoh kalau itu kota seperti Bali, Batam, Manado, Jakarta, contoh kalau itu adalah lokasi adalah Bromo, Bunaken, Borobudur, Prambanan.

PEMASARAN MIKRO – individu
Menjangkau lebih dalam lagi dalam pemasaran mikro, adakalanya permintaan / kebutuhan tersebut bisa dipersempit lagi untuk individu per individu. Maksudnya disini adalah bagaimana produk baik itu barang / jasa dibuat persis seperti yang diinginkan oleh seseorang dan bersifat unik.

Apakah ada yang seperti itu?
Kalau itu jasa, sebutlah salon untuk potong rambut, layanan spa & perawatan kecantikan, perawatan kesehatan, photo studio, party / wedding event, dan sejenisnya adalah contoh pemasaran mikro kategori individu.

Bagaimana kalau barang? Saat kita membeli komputer rakitan dengan spesifikasi yang kita inginkan persis (memory, kecepatan prosesor, harddisk, dll) bagian per bagian dengan merek yang kita pilih sendiri merupakan contoh pemasaran mikro. Contoh lain adalah modifikasi mobil, barang seni pesanan (lukisan, patung, dll), desain rumah / bangunan, desain ruangan / interior, desain pakaian (boutique), dll.

Inti dari pemasaran mikro kategori individu ini adalah bagaimana individu dapat terpenuhi keinginan & kebutuhannya melalui modifikasi dari produk tersebut baik skala kecil maupun menyeluruh. Uniknya, dalam jenis pemasaran yang seperti ini tingkat kepuasannya termasuk tinggi dan memiliki nilai emosionil dibandingkan produk-produk pemasaran massal. Kondisi ini dapat berarti pengenaan harga yang lebih tinggi daripada harga produk biasa.

********

Yah, ini baru contoh awal untuk membantu teman-teman mengerti akan istilah SEGMENTASI dalam lingkup terbatas, yaitu membedakan pemasaran massal & mikro. Untuk jenis-jenis segmentasi yang lain akan saya upayakan untuk membahas bagian per bagian agar memudahkan teman-teman membaca konsepnya dan mengerti akan contoh-contoh yang ada, baik di sekitar kita maupun di mancanegara.

Semoga informasi dari saya ini bermanfaat. Salam.
Tags:
, , , , , , , , ,
Prev: SEPULUH KEPRIBADIAN BILLIONAIRENext: Mizone Ditarik, Tapi Aman Dikonsumsi

Mengelola Multi-Brand

Dunia permerekan tidak ubahnya sebuah medan pertempuran. Dari hari ke hari konsumen dihujani oleh munculnya aneka merek dari masing-masing kategori. Dalam struktur marketing plan, tema seperti membangun merek, mengelola kesehatan merek, meningkatkan ekuitas merek, dan meningkatkan loyalitas pelanggan merupakan tema yang sering mengemuka. Pada dasarnya pertempuran merek berbasis pada parameter seperti reliabilitas, kualitas, citra, dan pangsa pasar. Untuk merengkuh pangsa pasar yang optimal sendiri diperlukan taktik dan strategi tersendiri.Sejalan dengan semakin matang dan terfragmentasinya pasar ke dalam beberapa segmen, banyak perusahaan meresponnya dengan menawarkan beberapa merek berbeda untuk menarik berbagai macam segmen tanpa merusak posisi yang telah ada. Perusahaan dapat meluncurkan merek-merek baru (multi branding) atau memperkenalkan variasi dari merek-merek asal (ekstensi lini merek). Idealnya, sebuah perusahaan dengan portofolio merek yang lengkap akan dapat mencakup hampir keseluruhan pasar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan cakupan pasar secara optimal. Ditilik dari segi cakupan pasar, diferensiasi dengan cara menyebar portofolio merek seperti ini memang merupakan pendekatan yang beresiko rendah. Melalui strategi ini, perubahan pola segmentasi dapat diatasi. Strategi ini juga memungkinkan fleksibilitas taktis mengikuti keterbatasan, termasuk diantaranya menghadapi ekstensi merek yang dilakukan oleh kompetitor. Demikian pula dalam suatu perang harga, strategi merek majemuk ini dapat dimanfaatkan secara efektif untuk melindungi merek utama. Secara keseluruhan strategi ini sangat penting untuk melindungi citra merek utama. Selain itu, jika satu merek baru gagal sekalipun, dengan strategi merek majemuk ini tidak akan berpengaruh banyak pada merek utama.Namun demikian, terdapat dua keterbatasan utama dalam strategi merek majemuk ini, yaitu manajemen biaya dan proses marketing. Meskipun alasan untuk melakukan merek majemuk secara prinsip bukan untuk membuat struktur harga yang bersaing dalam suatu kebutuhan pasar secara khusus, namun faktor harga masih memainkan peran yang penting. Strategi ini dapat menimbulkan biaya tinggi dibandingkan dengan merek tunggal, terutama jika tidak dikelola secara hati-hati karena setiap merek harus didukung oleh bauran pemasaran dan sumberdaya tersendiri. Dalam proses pemasarannya, khalayak harus memahami masing-masing merek melalui investasi periklanan yang cukup besar, karena pemahaman terhadap merek ini menuntut suatu anggaran komunikasi jangka panjang untuk setiap merek. Jadi jika tidak hati-hati dalam pengelolaannya strategi merek majemuk adalah sebuah pemborosan.Merek majemuk berawal dari sebuah proses diferensiasi, sebagai upaya perusahaan untuk memperluas pasar dengan memenuhi sasaran pasar yang mempunyai kebutuhan yang berbeda. Dengan demikian inti dari strategi merek majemuk adalah mengalokasikan sumber daya merek secara tepat berdasarkan kebutuhan setiap segmen pasar sasaran, yang dituangkan dalam portofolio merek. Segmentasi pada hakekatnya adalah upaya pengelompokan konsumen berdasarkan preferensinya, yang akan membantu portofolio merek sebagai pemandu agar merek-merek membidik sasaran yang tepat. Segmen pasar akan menentukan pola portfolio merek dengan mempertimbangkan peran strategis masing-masing merek yang sifatnya saling melengkapi secara sinergis. Perusahaan harus secara berhati-hati dalam mendefinisikan peran masing-masing merek sehingga tidak terjadi kanibalisasi, dan terjadi pertempuran diantara merek mereka sendiri. Jika ini terjadi banyak sumber daya perusahaan yang dikeluarkan secara sia-sia. Dana dan upaya perusahan hanya dipakai untuk memindahkan basis pelangan dari gengaman tangan kanan berpindah ke tangan kiri. Portofolio merek majemuk tidak berarti apa-apa jika dalam jangka panjang masing-masing merek tidak mempunyai wilayah sendiri. Salah satu tujuan strategi merek majemuk adalah agar tiap-tiap merek memiliki kavling tersendiri, dan masing-masing kavling diharapkan tidak berimpit satu dengan yang lain. Kecuali jika ada alasan strategis maupun taktis dengan tujuan untuk melindungi merek utama atau menggempur merek kompetitor. Pemahaman yang baik terhadap konsumen adalah kunci agar strategi merek majemuk menuai sukses. Diperlukan dukungan berupa analisa pasar yang bertujuan untuk mengenali dan memahami pelanggan yang akan ditetapkan menjadi khalayak sasaran masing-masing merek sehingga tercipta optimalisasi sumber daya yang meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan. Sebuah merek berpotensi untuk memperoleh keunggulan kompetitif jika dapat memahami khalayak sasarannya dan memenuhi kebutuhannya dengan baik. Kebutuhan ini juga meliputi kebutuhan-kebutuhan yang bersifat emosional sehingga merek yang didesain untuk melayani khalayak sasaran ini harus mampu menimbulkan kesukaan konsumen terhadapnya. Segmentasi pasar merupakan suatu teknik yang esensial dalam permerekan yang sukses. Segmentasi berkata tentang diferensiasi pasar dan bukan diferensiasi produk. Segmentasi akan menunjang agar posisioning merek lebih efisien dan efektif. Melalui pemahaman terhadap segmen pasar tertentu secara baik, informasi semacam data tentang gaya hidup dapat meningkatkan efektivitas periklanan dan promosi, yang berarti pula menghindari penghamburan dana dan sumber daya yang lain. Pemahaman ini misalnya, akan membantu untuk menyajikan kesan yang tepat, kepada khalayak yang tepat dan melalui medium yang tepat pula.Segmentasi dapat memberikan data yang sangat bernilai bagi pengambilan keputusan strategis dan alokasi sumber daya merek. Berdasarkan segmentasi pula perusahaan dapat mengambil keputusan berkaitan dengan strategi merek majemuk. Dengan pengetahuan yang sangat baik mengenai segmen-segmen pasar dapat diperoleh keputusan yang tepat agar setiap merek benar-benar dapat melayani satu segmen yang dipilih sebagai sasaran pasar masing-masing merek sebagai bagian dari strategi korporat. Segmen adalah kesatuan pelanggan yang sama-sama memiliki keinginan tertentu, karenanya segmentasi merupakan karakteristik pasar. Berdasarkan karakteristik pasar yang ditangkap oleh perusahaan inilah, perusahaan merespon dengan memilih target yang diinginkan, menentukan diferensiasi dan menetapkan posisi mereknya. Tepat atau tidaknya operasionalisasi strategi merek majemuk ini harus dievaluasi melalui proses audit. Secara struktural, audit dilakukan dengan melihat konstruksi dari arsitektur merek dengan mengevaluasi hubungan antar merek dan kepentingan relatif suatu merek terhadap merek lainnya. Audit ini berupa diagnosa kesehatan tiap merek dalam bauran merek yang dinilai secara kasat mata melalui tingkat penjualan, pangsa pasar dan kontribusi merek terhadap perusahaan. Salah satu metode yang dapat dipakai adalah dengan memetakannya berdasarkan kontribusinya terhadap misi dan kontribusi secara finansial. Sebagai aset tidak nyata (intangible), dalam proses audit ini merek juga dinilai berdasarkan ekuitasnya. Audit juga mencakup kesadaran akan tingkatan dari siklus merek, apakah saat ini sudah mencapai era kemapanan atau belum berikut masing-masing konsekuensinya. Dari hasil audit ini akan ditentukan apakah diteruskan sebagaimana rencana, diperbaiki, dimodifikasi, atau bahkan dihapuskan sama sekali.Jika suatu merek telah menjadi beban dan harus dilakukan penghapusan, disadari bahwa proses penghapusan suatu merek dalam strategi merek majemuk dilakukan dalam rangka lebih fokus pada merek-merek yang menguntungkan. Proses ini akan membawa dampak yang tidak kecil, terhadap perusahaan itu sendiri maupun pada pelanggan. Hal yang patut dipertimbangkan dalam hal ini diantaranya adalah menjaring kembali pemakai merek ini dan menuntunnya pada merek lain dalam satu payung serta menghindari terjadinya migrasi ke produk pesaing.

Aku Dimakamkan

Perlahan tubuhku ditutuptanahPerlahan semua pergi meninggalkankuMasih terdengar jelas langkah langkah terakhir merekaAku sendirian di tempat gelap yang tak pernah terbayangsendiri ... menunggu keputusanKekasih belahan hati, belahan jiwa pun pergi,Kawan dekat .. rekan bisnis ... atau orang-orang lain,aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.Kekasihku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,Mereka menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,Tangan kananku menghibur mereka,kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,tetapi aku tetap sendiri, disinimenunggu perhitunganMenyesal sudah tak mungkin,Tobat tak lagi dianggap,dan ma'af pun tak bakal didengaraku benar-benar harus sendiriTuhanku,[entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat denganNya]Jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,Jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milikMubeberapa hari sajaAku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,yang selama ini telah merasakan zalimku,yang selama ini sengsara karena aku,yang tertindas dalam kuasaku.yang selama ini telah aku sakiti hati nyayang selama ini telah aku bohongiAku harus kembalikan, semua harta kotor ini,yang kukumpulkan dengan wajah gembira,yang kukuras dari sumber yang tak jelas,yang kumakan, bahkan yang kutelan.Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbarduluDan Tuhan,beri lagi aku beberapa hari milikMuuntuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hatimereka maafkan aku ayah dan ibumengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang muberi juga aku waktu,untuk berkumpul dengan kekasihkuuntuk sungguh sungguh beramal solehAku sungguh ingin bersujud dihadapMu,bersama ....begitu sesal diri inikarena hari hari telah berlalu tanpa maknaPenuh kesia - siaanKesenangan yang pernah kuraih duluTak ada artinya sama sekaliMengapa ku sia sia saja, waktu hidup yang hanya sekali ituAndai ku bisa putar ulang waktu ituAku dimakamkan hari iniDan aku harus sendiriUntuk waktu yang tak terbayangkan

Minggu, 13 April 2008

Bidadari

Hidup penuh dengan kejutan kadang membahagiakan, sering pula menyedihkan, hanya satu keyakinan yang harus kita miliki Alloh pasti beri yang terbaik karena Dia Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan. Kesedihan bukan berarti penderitaan tapi sebuah ujian agar kita lebih baik...Kebahagiaan jangan membuat kita takabur tapi harus lebih pandai bersyukur
Keajaiban dalam hidupku yang paling mengesankan adalah saat Alloh mempertemukan aku dengan seorang wanita, ibu, sahabat yang baik hati manusia yang berhati bidadari. Beliau adalah Pembimbing skripsiku yang sekaligus ibu bagiku. Beliau banyak memberi kesempatan kepada saya untuk mengeksplor ilmu yang saya miliki dari bangku kuliah. Kesempatan itu membawa saya pada kebahagiaan yang sangat dalam, bisa bekerja di tempat saya menimba ilmu bagiku merupakan suatu kebanggaan karena tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bekerja dengan para Dosen yang sangat saya hormati adalah anugerah terindah dalam hidupku. Alhamdulillah, Makasih ya Alloh, Makasih bu ratih jasa mu tidak akan pernah terbalaskan

Thats a Miracle

Assalamualaikum, Wr.Wb

Alhamdulillah saya bisa buat blognya, padahal cuma coba-coba lho
Saya ga pandai menulis tapi ingin bisa, mudah-mudahan melalui blog ini dapat mengasah kemampuan saya dalam menulis