Selasa, 15 April 2008

Aku Dimakamkan

Perlahan tubuhku ditutuptanahPerlahan semua pergi meninggalkankuMasih terdengar jelas langkah langkah terakhir merekaAku sendirian di tempat gelap yang tak pernah terbayangsendiri ... menunggu keputusanKekasih belahan hati, belahan jiwa pun pergi,Kawan dekat .. rekan bisnis ... atau orang-orang lain,aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.Kekasihku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,Mereka menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,Tangan kananku menghibur mereka,kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,tetapi aku tetap sendiri, disinimenunggu perhitunganMenyesal sudah tak mungkin,Tobat tak lagi dianggap,dan ma'af pun tak bakal didengaraku benar-benar harus sendiriTuhanku,[entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat denganNya]Jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,Jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milikMubeberapa hari sajaAku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,yang selama ini telah merasakan zalimku,yang selama ini sengsara karena aku,yang tertindas dalam kuasaku.yang selama ini telah aku sakiti hati nyayang selama ini telah aku bohongiAku harus kembalikan, semua harta kotor ini,yang kukumpulkan dengan wajah gembira,yang kukuras dari sumber yang tak jelas,yang kumakan, bahkan yang kutelan.Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbarduluDan Tuhan,beri lagi aku beberapa hari milikMuuntuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hatimereka maafkan aku ayah dan ibumengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang muberi juga aku waktu,untuk berkumpul dengan kekasihkuuntuk sungguh sungguh beramal solehAku sungguh ingin bersujud dihadapMu,bersama ....begitu sesal diri inikarena hari hari telah berlalu tanpa maknaPenuh kesia - siaanKesenangan yang pernah kuraih duluTak ada artinya sama sekaliMengapa ku sia sia saja, waktu hidup yang hanya sekali ituAndai ku bisa putar ulang waktu ituAku dimakamkan hari iniDan aku harus sendiriUntuk waktu yang tak terbayangkan

Tidak ada komentar: